Category Archives: Lowongan

Usaha Sampingan Antisipasi PHK

Salam Sukses,

Bapak/Ibu, Rekan-rekan yang saya hormati,dapatkan peluang usaha yang menarik dari KK Indonesia dimana bisa memberikan penghasilan bagi anda.Usaha ini bisa dilakukan secara penuh waktu(fulltime) atau paruh waktu(parttime) bagi yang sudah bekerja,dapat sebagai usaha sampingan,ibu rumah tangga,pelajar sekolah dan mahasiswa(minimal usia 17 Tahun keatas),kena PHK dan bagi mereka siapa saja yang mau berusaha untuk merubah nasib ekonomi kehidupan ke arah lebih baik lagi.Ingat kejadian Krisis Moneter I tahun 1999 dan Hal ini terjadi lagi krisis Moneter II tahun 2009.Maka mari kita bangkit untuk mengatasi keterpurukan ekonomi ini,khususnya ekonomi keluarga.

 

Adapun jika target terpenuhi maka KK Indonesia memberikan untuk anda yaitu:

-         Perjalanan Ibadah Umroh Gratis (+ uang saku)

-         Perjalanan Haji Gratis(+ uang saku). Program Haji bisa didapatkan setelah mengikuti Program Umroh.

-         Program spritual lainnya

-         Program wisata baik dalam negeri atau luar negeri.

Program Umroh ini bukan Hanya Janji Tapi Pasti,karena sudah angkatan 4 yang berangkat umroh Insya Alloh Tahun 2009 ± 500 orang akan berangkat umroh dimulai tahun 2001 – untuk penjelasan dan bukti nyata / dokumentasi dapat menghubungi kami.)

       - Uang penghasilan tambahan ( sistem bagi hasil jika anda ingin berkomitmen secara

           rutin dan konsisten)

Bulan ke 6

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.1.938.000,-

Bulan ke 7

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.2.526.000,-

Bulan ke 8

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.3.550.000,-

Bulan ke 9

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.7.248.000,-

Bulan ke 10

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.17.104.000,-

Bulan ke 11

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.33.488.000,-

Bulan ke 12

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.70.032.000,-

Bulan ke 13

:

Penghasilan pribadi / bagi hasil Rp.104.880.000,-

 

Tersedia program percepatan jika anda ingin mendapatkan penghasilan bulan ke-6 (Rp.1.938.000,-) hanya dalam waktu 3 bulan setelah anda bergabung menjalankan usaha ini.).Apa yang harus anda lakukan ? cukup dengan :

 

1.Niat Ibadah umroh dengan cara Mendaftarkan Program Umroh dengan DP   

   Rp.600.000(Gratis produk kesehatan untuk menjaga kesehatan tubuh anda.Program

   umroh khusus bagi yang muslim

2. Membayar angsuran Umroh Rp.400.000 (Gratis Produk kesehatan ) per bulan selama  1,5 Tahun dan mengajak 1 saudara,teman,dll yang berniat umroh.

3. Mempelajari dan menjalankan sistem yang ada sehingga program umroh bisa cepat dilaksanakan.

4. Mempelajari pelatihan pengembangan diri dan menerapkan dengan aktif dalam pelatihan,organisasi,even,seminar(* berguna untuk mengembangkan sikap dan tingkah laku yang baik ,benar jika nanti anda melamar pekerjaan di perusahaan industri).

 

Kelebihan lain KK :

  1. Berdiri sejak Krisis  Moneter I Tahun 1999 dan mendapat best award .
  2. Produk berkualitas dan terdaftar di BPOM,FDA,MUI, serta mendapat penghargaan lain
  3. Sistem pembagian keuntungan ( Bagi hasil serta bonus bukan money game,piramida)
  4. Adanya pelatihan Entrepretneur,Leadership,kepribadian

Untuk Informasi lanjut Hubungi :
0881-321-5009,031-77726719,flexi 031-78200467.E-mail :agungkkindonesia@gmail.com

 

berita tentang PHK di Indonesia.

Gelombang PHK Ancam Indonesia
Jakarta – Krisis keuangan global akan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak hanya di luar negeri, melainkan juga di berbagai sektor usaha di dalam negeri.
Gelombang PHK ini akan menimpa jutaan pekerja di Indonesia, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal. Pada akhir tahun ini atau mulai tahun depan, sedikitnya 350.000 pekerja kelas menengah (skill worker) akan kehilangan pekerjaan dan lebih dari 3,5 juta pekerja kelas bawah (unskilled worker) terancam kehilangan pekerjaan. ”Gelombang PHK tidak saja terbatas pada para pekerja di sektor riil tetapi juga akan menimpa para pekerja di sektor keuangan (finansial),” kata Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky, Jumat (24/10). Para pekerja di sektor keuangan seperti perbankan, pasar modal/sekuritas dan asuransi, akan terkena PHK karena perampingan organisasi perusahaan. ”Perusahaan-perusahaan sektor keuangan di luar negeri yang mengalami kerugian sangat besar akibat krisis global tentu akan merampingkan karyawannya di seluruh dunia,” tandasnya.Ia menyatakan setidaknya dalam tiga bulan pertama awal tahun depan, sekitar 7.000-8.000 orang yang bekerja di sektor keuangan akan di-PHK. PHK dilakukan dengan berbagai macam alasan, seperti perampingan struktur organisasi, rasionalisasi akibat merger antarperusahaan, dan lesunya industri pasar modal. Pengamat ekonomi UGM Mudrajad Kuncoro menyatakan, sebelum krisis keuangan global saja, dalam satu tahun terakhir sudah ada pengurangan karyawan.
Sektor-sektor riil yang mengalami pengurangan pekerja dalam jumlah besar antara lain sektor perindustrian, pertanian, dan perdagangan. ”Pemerintah harus mengantisipasi laju penurunan penyerapan kerja sektor riil dengan kebijakan ekonomi yang tepat,” tandasnya.
Ia mendesak pemerintah agar melihat masalah ini sebagai hal serius dan antisipasi yang memadai. Pemerintah didesak membuat kebijakan ekonomi yang menyentuh dan menggerakkan sektor riil.Sumber :
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0810/24/sh01.html

Sebanyak 3 Juta Buruh Di-PHK Hingga 2009

JAKARTA, SELASA – Akibat krisis global di Amerika Serikat yang turut memengaruhi perindustrian nasional, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh Indonesia, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mendorong pemerintah memastikan jaminan hak-hak dasar buruh. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan sistem jaminan sosial yang mudah diakses. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, hingga pertengahan tahun 2009, jumlah buruh yang di-PHK bisa mencapai 3 juta orang. Buruh yang di-PHK mayoritas berasal dari sektor manufaktur dan perdagangan, yang paling terkena dampak resesi.Sumber : Kompas Selasa, 2 Desember 2008 | 18:06 WIB

 

PHK di Surabaya Tinggal Tunggu Waktu

SURABAYA, SENIN – Krisis global mulai menuai dampak buruk bagi ketenagakerjaan. Belum ada order dari pembeli asing, dan lesunya pasar domestik, mendorong pelaku industri padat karya di Jawa Timur, mulai mengurangi jam kerja. “Sudah ada beberapa perusahaan Korea dari 400 perusahaan yang beroperasi di Jatim, mengurangi jam kerja karyawan. Belum sampai mengurangi pekerja, tetapi jika order dari luar negeri tidak ada, PHK (pemutusan hubungan kerja) sulit dihindari,” kata Ketua Asosiasi Korea di Jatim, Lim Taek Seon. Pendapat serupa juga diungkap, Wakil Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jatim, Shahputra. “Memang belum ada PHK, tetapi akan ke arah situ, karena order sepi,” ujarnya. Kesulitan pelaku usaha sektor kayu olahan, semakin meningkat karena harga bahan baku terutama kayu jati terus melambung. Sekarang harga kayu jati per meter kubik sekitar 15 juta hingga Rp 20 juta. “Dengan harga bahan baku, ditambah biaya produksi lain termasuk ongkos kirim, produk tidak mungkin diserap pasar lokal,” ujar Direktur Utama CV Sekarjati, di Sidoarjo.Sumber : Kompas .Senin, 1 Desember 2008 | 12:34 WIB

Jumlah PHK Meroket

Polemik tentang peraturan bersama empat menteri dikhawatirkan mempercepat ancaman PHK. Sampai Jumat (28/11), sedikitnya 15.000 orang telah kehilangan pekerjaan. Pekerja yang sedang menunggu pengesahan PHK juga sudah mencapai 50.000 orang, naik empat kali lipat dalam dua pekan terakhir.Jumlah ini bisa makin meroket dalam waktu singkat karena goyahnya sejumlah industri inti yang bakal turut menyeret ratusan industri pendukung.

Sebagian besar industri padat karya berskala besar hidup dengan jaringan industri pendukungnya. Sebagai contoh adalah industri garmen yang membutuhkan pemasok bahan baku kain, benang, bahan kimia, logistik, sampai komponen mesin yang disebut subkontraktor. Demikian juga industri otomotif dengan jaringan pemasok komponen serta industri pulp dan kertas. Guncang

Keguncangan industri pendukung yang menyediakan bahan baku untuk hilir sudah terjadi di Kalimantan. Begitu dari industri hilir lesu, industri hulu yang memproduksi bahan baku setengah jadi pun guncang.Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia (ISWA) Kalimantan Timur Soenarko mengatakan, dua dari empat produsen kayu gergajian yang tersisa di Kaltim berniat merumahkan sebagian karyawan akibat kehabisan order. Perusahaan itu adalah PT Tirta Mahakam Resources Tbk dan PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk di Samarinda. Adapun dua perusahaan lainnya adalah PT Intracawood Manufacturing dan PT Idec Awi di Tarakan.Jepang dan Amerika Serikat merupakan pembeli utama kayu lapis dan produk kayu Indonesia. Krisis global membuat importir kedua negara menghentikan order sejak November 2008 sampai Februari nanti.
Kondisi itu menimpa sekitar 2.700 karyawan PT Meranti Sakti Indah Plywood dan PT Kayan River Industries Plywood di bawah manajemen Sumber Mas Group di Samarinda. PT Inne Dong Hwa di Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah merumahkan 1.890 karyawannya. Menurut Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Kaltim Saut Marisi Halomoan Purba, order sudah anjlok 50 persen.Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar Hot Jungjungan Simamora mengatakan, dalam sebulan terakhir sudah 766 buruh industri kayu, karet, pertambangan, dan konstruksi mengalami PHK. Kompas Senin, 1 Desember 2008 | 03:55 WIB

9.400 Pekerja di Surabaya dalam Proses PHK

SURABAYA, RABU- Menyusul terjadinya krisis keuangan di Amerika Serikat, perusahaan di sektor sepatu, tekstil dan kayu mulai mengurangi pekerja. Saat ini di Jawa Timur sudah 9.400 pekerja di beberapa sektor itu sedang menjalani proses pemutusan hubungan kerja (PHK.)Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (26/11), mengatakan, jumlah pekerja yang terancam PHK diperkirakan lebih banyak. “Banyak order ditunda, bahkan dibatalkan. Ada juga pembayaran dari pembeli asing tak jelas, padahal barang sudah dikirim ke negara tujuan (merupakan) salah satu faktor bagi perusahaan mengurangi pekerja,” kata Erlangga. Kompas .Rabu, 26 November 2008 | 16:55 WIB

Depnakertrans : 1.396 Pekerja Sudah Di-PHK

JAKARTA, SENIN - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertarns) hingga Jumat (21/11) kemarin telah menerima permintaan dari sejumlah perusahaan di lima provinsi untuk mem-PHK 20.930 pekerja, sedangkan yang sudah di-PHK sebanyak 1.396 pekerja. Siaran pers Depnakertrans pada Senin (24/11) menyebutkan kelima provinsi yang mengajukan PHK dan telah mem-PHK itu adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara. Berdasarkan data tersebut, jumlah pekerja yang dirumahkan dengan yang akan di-PHK hampir sama. Jumlah pekerja yang akan dirumahkan sebanyak 18.891 orang dan yang telah dirumahkan sebanyak 1.025 orang.